Jumat, 30 Januari 2015

DEFINISI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT BEBERAPA TOKOH


DEFINISI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT BEBERAPA TOKOH
Pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung adalah proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.
Pendidikan Islam menurut al Syaebani yaitu usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya melalui proses kependidikan.
Pendidikan Islam menurut Ahmad D Marimba adalah pendidikan jasmani dan rohani berdasarkan hokum-hukum  agama Islam menuju terbentuknya kepribadin yang utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Pendidikan Islam menurut Zakiah Daradjat adalah upaya untuk membentuk kepribadian muslim sesuai dengan tuntunan ajaran Islam yakni Al-Qur’an dan Sunnah
Pedidikan Islam menurut Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Asyraf sebagaimana dikutip oleh Khoiron Rosyadi adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-murid sedemikian rupa, sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputtusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual, dan sangat sadar akan nilai etis Islam.
Definisi Pendidikan Islam berdasarkan hasil Konferensi Pendidikan Islam Dunia kedua,sebagaimana yang dikutip oleh Fatah Yasin, merumuskan bahwa pendidiikan Islam adalah suatu usaha untuk mengembangkan manusia dalam semua aspeknya, baik aspek spiritual, intelektual, imajinasi, jasmaniah dan ilmiah, baik scara individual maupun kolektif menuju ke arah pencapaian kesempurnaan hidup sesuai dengan ajaran Islam.
Pendidikan manurut Ahmad Tafsir, sebagaimana dikutip oleh Syamsul Nizar mendefinisikan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang sesuai dengan ajaran Islam.
Pendidikan Islam menurut Muhammad Quthb sebagaimana yang dikutip oleh Abdullah Idi dan Toto Suharto, adalah usaha untuk melakukan penekatan yang menyeluruh terhadap wujud manusia, aik dari segi jasmani maupun rohani, baik dari kehidupan fisik maupun mentalnya, dalam melaksanakan kegiatan di bumi ini.
Sumber: Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini, 2012, Meretas Pendidikan Berkualitas dalam Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar