Komponen-komponen
proses belajar mengajar dan pola interaksi dalam pembelajaran
A. Komponen-komponen proses belajar
mengajar
Persoalan
pertama berhubungan dengan tujuan pengajaran, persoalan kedua berbicara tentang
materi atau bahan pengajaran, persoalan ketiga berhubungan dengan metode dan
alat yang digunakan dalam pengajaran, dan persoalan keempat berkenaan dengan
penilaian dalam proses pengajaran.
Keempat
persoalan (tujuan, bahan, metode, dan alat serta penilaian) menjadi komponen
utama yang harus dipenuhi dalam proses belajar mengajar. Keempat komponen
tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi tidak saling berhubungan dan saling
pengaruh mempengaruhi (inter-relasi).
Tujuan dalam
proses belajar mengajar merupakan komponen pertama yang harus diterapkan dalam
proses pengajaran dan berfungsi sebagai indikator keberhasilan pengajaran.
Tujuan merupakan rumusan tingkah laku dan kemampuan yang harus dicapai dan
dimiliki siswa setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran. Isi tujuan pada
hakikatnya adalah hasil belajar yang diharapkan. Metode dan alat berfungsi
sebagai jembatan atau media transformasi pelajaran terhadap tujuan yang ingin
dicapai.
Penilaian
berperan sebagai barometer untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan. Fungsi
penilaian pada dasarnya untuk mengukur tujuan.
Maka dapat
disimpulkan bahwa pengajaran adalah suatu komponen yang merupakan satu kesatuan
sebagai suatu koordinasi yang saling berkaitan dalam rangka mencapai tujuan.
Keempat komponen tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan dalam pembelajaran. Itulah
yang disebut pengajaran sebagai sistem.
B. Pola-Pola Interaksi dalam Pembelajaran
Setiap bentuk interaksi, baik interaksi sosial maupun
interaksi edukatif, akan senantiasa berhubungan dengan masalah komunikasi.
Komunikasi dan interaksi merupakan kegiatan manusia sesuai dengan naluri yang
selalu ingin berhubungan satu sama lain dengan berinteraksi dan saling
membutuhkan.
Dalam setiap proses
interaksi tersebut , terjadi dalam ikatan situasi, tidak dalam alam hampa.
Diantara berbagai jenis situasi itu terdapat satu jenis situasi khusus yaitu
situasi pendidikan atau situasi edukatif, yaitu onteraksi yang berlangsung
dalam ikatan tujuan ppendidikan.(Surahmad,1986,7).
Ciri-ciri interaksi pembelajaran
menurut A.M Sardiman (1994) yang mengutip pendapat Edi Suardi dalam bukunya,
Pedagogik, yaitu sebagai berikut:
1. Interaksi pembelajaran memiliki tujuan,
yakni untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu, dengan mendapatkan
siswa sebagai pusat perhatian.
2. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi),
perlu adanya prosedur yang sistematis dan relevan.
3. Interaksi pembelajaran ditandai dengan
satu garapan materi khusus. Materi harus disusun sedemikian rupa sehingga cocok
untuk mencapai tujuan yang telah diterapkan.
4. Ditandai dengan adanya aktivias siswa.
5. Guru sebagai pembimbing dalam interaksi
belajar mengajar, dalam hal ini guru harus bisa menghidupkan dan memberi
motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif.
6. Di dalam interaksi belajarmengajar,
membutuhkan disiplin.
7. Ada batas waktu. Artinya suatu tempo kapan
tujuan telah ditentukan itu harus dicapai/tercapai.
8. Adanya unsur penilaian.
Dengan
melihat ciri-ciri tersebut di atas, maka interaksi belajar mengajar atau pembelajaran mengandung arti adanya kegiatan
interaksi dari tenaga pengajar yang melaksanakan tugas mengajar di satu pihak,
dengan warga belajar (siswa atau subyek belajar), yang sedang melaksanakan
kegiatan belajar dipihak lain, yaitu guru sebagai pengajar merencanakan dan
melaksanakan pengajaran yang tercermin dalam
tujuan pengajaran yang telah dirumuskannya, dan siswa sebagai subyek
belajar yang diharapkan mengalami perubahan perilaku akibat interaksi
pembelajaran tersebut, baik dalam aspek pengetahuan, ketrampilan, maupun sikap.
A. Pola Interaksi dalam Belajar Mengajar
Pola-pola
interaksi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara
guru dengan siswa adalah sebagai berikut:
1. Pola interaksi satu arah
Dalam
pola ini, guru mempumyai otoritas yang mutlak, artinya gurulah yang berperan
sebagai pemberi aksi dan siswa berperan sebagai penerima aksi. Pola interaksi
ini kebanyakan didominasi oleh metode ceramah saja. Dampak negatif yaitu
akibatnya potensi siswa kurang bisa berkembang, dan akan menimbulkan
verbalisme.
2. Pola interaksi dua arah
Dalam
pola jenis ini, antara guru dengan siswa dapat berperan sama, yakni pemberi
aksi dan penerima aksi. Metode yang sering digunakan dalam proses pembelajaran
dengan interaksi jenis ini adalah metode tanya jawab.
3. Pola interaksi multi arah
Pola
interaksi ini tidak hanya melibatkan interaksi dinamais antar guru dengan
siswa, tetapi juga bisa melibatkan interaksi dinamais antara siswa yang satu
dengan siswa yang lain. Metode yang paling tepat untuk pola interaksi jenis ini
adalah metode diskusi dan simulasi.
Dalam metode ini, peran
guru adalah juga sebagai pemimpin diskusi, di mana ada tiga peran seorang
pemimpin dalam diskusi ini antara lain:
a. Pemimpin sebagai pengatur.
b. Pemimpin sebagai dinding penangkis.
c. Pemimpin sebagai petunjuk jalan.
Dari
ketiga interaksi tersebut, maka jenis
yang terakhir inilah yang lebih tepat dengan sistem pembelajaran modern karena
sifat pembelajaran yang lebih memanusiakan manusia, artinya lebih memandang
siswa bukan sebagai obyek tapi sebagaisubyek belajar.
B. Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan
dalam Menentukan Pola-Pola Interaksi dalam Proses Belajjar Mengajar.
Adapun
faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan pola interksi adalah
sebagai berikut;
1. Tujuan yang ingin dicapai
Faktor tujuan ini
sangat menentukan pola interaksi ini, sebab semua tujuan pembelajaran itu
menuntut partisipasi aktif secara optimal dari pihak siswa.
2. Sifat bahan pelajaran
Menentukan pola
interaksi mana yang harus digunakan dalam proses pembelajaran.
3. Sumber belajar
4. Karakteristik kelas
Artinya, banyak
sedikitnya jumlah siswa yang belajar juga amat menentukan pola interaksi ini
sebab makin banyak banyak/besar jumlah siswa yang harus dilayani guru dalam
satu kelas,semakin rendah kualitas pembelajaran, demikian sebaliknya (Sudjana,
1989 : 42 ).
5. Kemampuan guru
Artinya bagaimana guru
itu memimpin belajar, mengomunikasikan bahan pelajaran, dan menilai hasil
belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar