Jumat, 30 Januari 2015

MANAJEMEN HUMAS DI SEKOLAH



MANAJEMEN HUMAS DI SEKOLAH
A.    Manajemen Humas di sekolah
1.      Pengertian Manajemen
Setiap organisasi memerlukan manjaemen. Manajemen berfungsi untuk mengatur aktivitas seluruh elemen dalam suatu lembaga. Oleh karena itu, dalam proses manjemen diperlukan perencanaan,pengorganisasian, penganggaran, kepemimpinan, dan pengendalian.
Pengertian manajemen telah banyak dibahas oleh para ahli. Antara satu dengan yang lain pendapat James F. Stoner (1982) yang di kutip oleh Handoko (1993:3) menyatakan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan para anggota dan sumber daya lainnya. Di sini James F. Stoner menekankan bahwa manajemen bertitik berat pada proses dan sistem.
Begitu juga, O.R. Terry, yang di kutip oleh Hadi (1990:2) menyatakan bahwa manajemen adalah usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan keahlian orang lain. Dalam hal ini Terry tidak menjelaskan unsur-unsur yang ada dalam proses pencapaian tujuan dalam manajemen.
Sedangkan menurut Sulistyorini (2009 : 11) menyatakan bahwa manjemen adalah kegiatan seseorang dalam mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efesien.
Setelah menelaah dari tiga pengertian tentang manajemen penulis menyimpulkan bahwa manajemen adalah
“Segala kegiatan yang dilakukan oleh satu maupun lebih dari  dua orang maupun kelompok kecil yang memiliki tujuan suatu organisasi baik dalam suatu lembaga sehingga tercapainya suatu tujuan organisasi yang tercapai dengan efektif dan efesien dengan upaya-upaya memanfaatkan sumber daya yang ada.”
2.      Fungsi manajemen
 fungsi manajemen pada dasarnya harus dilaksanakan oleh setiap manajer secara berurutan. Supaya proses manajerial dapat berjalan lancar, empat fungsi manajemen harus dilaksanakan dengan baik. Adapun empat fungsi tersebut adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pengarahan), controling (pengendalian), dan evaluasi (menganalisa).
a)      Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan fungsi yang pertama dan terpenting diantara fungsi manajemen yang lain. Menurut Rusady Ruslan (2003:2) perencanaan meliputi “penetapan tujuan dan standar, penentuan aturan dan prosedur, dan pembuatan rencana serta ramalan (prediksi) apa yang akan terjadi. Sedang menurut T. Hani Handoko (2001:77-78), perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan atau pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa.
Berdasarkan dua pendapat tersebut, dapat ditarik pengertiaan bahwa perencanaan merupakan suatu keputusan yang dibuat untuk pengarahan kepada tujuan yang akan dicapai sesaui kebutuhan organisasi dan keputusan tersebut dijalankan dengan ketetapan yang menjadi pedoman.
Untuk membantu proses perencanaan, sebagaimana yang dikutip oleh George R. Terry (1993:67-68) ada beberapa pendekatan yang digunakan. Salah satunya adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dikenal dengan  lima (5 W dan 1 H ) yaitu: Why, What, Where, When, Who, dan HoW. Artinya :
1.      Why (mengapa) harus dikerjakan ? Pertanyaan tersebut mengungkapkan urgensi dari pekerjaan tersebut.
2.      What (apa) yang diperlukan ? jawabannya menunjukan jenis dan jumlah kegiatan berikut peralatan yang dibutuhkan.
3.      Where (dimana) akan dikerjakan ? disini ditekankan pada pertimbangan tempat, artinya pada lokasi mana pekerjaan tersebut dikerjakan.
4.      When (kapan) akan dikerjakan ? di sini ditekankan pada pertimbangan waktu kapan akan dimulai dan berakhirnya setiap bagian pekerjaan. Dengan jawaban pertanyaan tersebut dapat tersusun jadwal dan kegiatan operasional.
5.      Who (siapa) yang akan mengerjakan ? pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis ketrampilan dari pengalaman yang ada untuk dapat melaksanakan pekerjan yang sudah direncanakan dengan memuaskan.
6.      How (bagaimana) melaksanakannya ? pertanyaan tersebut ingin mengharapkan perhatian kepada cara menyelesaikan pekerjaan yang bersangkutan dan merupakan tes terhadap kesinambungan denagn jawaban-jawaban kelima pertanyaan diatas.
 Jadi perencanaan berperan menetukan tujuan dan prosedur pencapaian tujuan yang pada hakekatnya untuk memperjelas anggota organisasi untuk melakukan kegiatan sesaui tujuan dan berperan juga untuk memantau maupun mengukur keberhasilan  serta magatasi bila ada kekeliruan.
b)      Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian salah satu kegiatan yang mana pada hakekatnya salah satu pokok pembagian tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Menurut Rosady Ruslan (2003:2-3), pengorganisasian meliputi pemberian tugas spesifik kepada masing-masing pihak, membentuk bagian, mendelegasikan dan menetapkan jalur wewenang. Adapun dari segi komunikasi, sebuah organisasi dapat dilihat dari dua bentuk yaitu komunikasi antar manajemen dan komunikasi antar karyawan.
George  R.Tery, seperti yang dikutip oleh Rosady Ruslan (2003:10-12), komunikasi antar manajemen dan komunikasi antar karyawan dapat dijabarkan secara garis besar terdapat 5 (lima) bentuk komunikasi dalam manjemen, yaitu :
1.      Komunikasi formal adalah bentuk komunikasi dalam jalur oraganisasi formal, memiliki wewenang dan tanggung jawab yaitu instruksi-instruksi bentuk lisan dan tertulis sesaui dengan proses secara fungsional yang berlaku, juga memiliki arus komunikasi atasan kebawahan atau sebalikannya.
2.      Komunikasi non formal yaitu bentuk komunikasi ini berada diluar komunikasi formal. Komunikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba atau spontan dalam kondisi yang tidak diharapkan terjadi komunikasi formal seperti hubungan antar pribadi untuk menjelaskan atau memberikan saran yang berkaitan dengan tugas kewajiban.
3.      Komunikasi informal adalah bentuk komunikasi ini lebih dekat kepada komunikasi non formal, berkaitan dengan aspek –aspek kewajiban, bersifat lebih sensitif dan sentimentil karena berdominasi oleh kontak hubungan antar manusia.
4.      Kominukasi teknis, hubungan komunikasi ini lebih keteknis  dan hanya dapat dipahami atau mengerti oleh para ahli atau pekerja, khusus yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Misal komunikasi bidang pekerjaan teknik mesin tertentu, program komputerisasi dan lainnya sebagainya.
5.      Komunikasi prosedural adalah bentuk komunikasi ini lebih dekat dengan komunikasi formal, contohnya adalah memo, laporan berkala bulan atau tahunan, tata cara proses dan penyelesaian suatu pekerjaan, termasuk pula dalam bentuk komunikasi ini adalah hubungan pekerjaan antara pemimpin dan bawahan yang tetap dalam bentuk peraturan tertulis dan rinci mengenai suatu deskripsi jabatan.      
c)      Pengarahan (Actuating)
Pengarahan, sebagaimana yang di maksudkan oleh Mamduh M. Hanafi (1997:12) adalah mengarahkan orang-orang yang ada dalam oraganisasi sesuai peranan masing-masing, sehingga tujuan organisasi dan bagian-bagiannya dapat dicapai. Pengarahan mempunyai dua proses yaitu kegiatan memberi pengarahan (directing) dan memotivasi orang tersebut untuk bekerja (motivating). Pengarahan merupakan yang sangat menyangkut perilaku manusia yang beraneka ragaman serta berkaitan dengan sumber daya lain yang dimiliki. Oleh karena itu, fungsi pengarahan menunjukkan aktivitas-aktivitas seperti penyusunan staf, koordinasi perintah, kepemimpinan dan pelaporan, dalam pengarahan pemimpin harus memperhatikan kepentingan individua, kepentingan kelompok serta kepentingan organisasi.   
d)     Pengendalian (Controling)
Pengendalian, menurut Basu Swasta DH sewbagiamana ayng dikutip oleh Rusady Ruslan (1996:3) memperoleh fungsi tersendiri dari manjemen. Ia mencakup beberapa fungsi, diantaranya adalah untuk menjaga standar kualitas dan kuantitas hasil kerja, baik berbentuk produk maupun jasa yang bertikan oleh organisasi. Pengendalian diperlukan untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan, sehingga pengendalian harus selalu dilakukan dalam seluruh organisasi. Bukan hanya untuk manajemen tingkat atas saja, bukan pula untuk satu bagian saja akan tetapi untuk semua aktivitas dalam berbagai tingkat organisasi.
Menurut Tim FKIP UMS (2002:18) pengendalian meliputi kegiatan, kegiatan pengukuran, membandingkan dengan standar dan memperbaiki penyimpanan. Melakukan pengukuran artinya mengukur hasil out put dari aktivitas yang dilakukan. Dari hasil ukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan standar atau rencana yang telah dibuat. Jika ditemukan adanya penyimpangan yang signifikan, maka diusahakan adanya perbaikan.
Sedangkan menurut  Tim FKIP UMS (2003:16) ada empat faktor yang menimbulkan perlunya dilakukan pengendalian yaitu :
1)      Tujuan organisasi belum tentu sama dengan tujuan individu maupun tujuan kelompok.
2)      Ada jarak waktu antara perencanaan dengan pelaksanaan, sementara lingkunagn oraganisasi selalu berubah.
3)      Masalah yang dihadapi organisasi sangat komplek.
4)      Karyawan atau bawahan yang mempunyai karakteristik yang beraneka ragam sebagai manusia yang tidak luput dari berbuat salah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi manajemen pada hakekatnya adalah untuk melakukan segala tindakan atau aktivitas yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijakan umum yang telah ditentukan.     
Menurut Lasa (2008:15) mengemumakan bahwa manajemen dapat diartikan sebagai pelaksana rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga dengan melaksanakan sejumlah fungsi tertentu. Hal ini berarti bahwa pencapaian tujuan itu unsur organisasi atau lembaga harus melakukan serangakian fungsi yang disebut denagn fungsi-fungsi manajerial. Manajer memegang peran peting dalam menggerakkan roda organisasi dan mengatur seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan. Manjerlah yang menggerakan aktivitas operasional dan memainkan peran sebagai pembuat strategi , pemimpin, administrator, dan penyelesaian masalah. Sebagaian besar ahli mencantumkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan.   
B.     Pengertian Manajemen Humas di sekolah
 Istilah hubungan masyarakat dikemukakan pertama kali oleh ThomasJefferson (Presiden Amerika Serikat) pada tahun 1987. Menurut Griswold humas merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan policy dan prosedur instansi atau organisasi dengan kepentingan umum, menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat. Sementara itu, Bonar mengemukakan bahwa hubungan masyarakat yang menjalankan usahanya untuk mencapai hubungan yang harmonis antara sesuatu badan organisasi dengan masyarakat sekelilingnya. Hubungan masyarakat didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk menganalisis kecenderungan mempredikisi konsekuensi-konseuensi, menasehati para pemimpin organisasi, dan melaksanakan program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani, baik kepentingan organisasi maupun kepentingan publik. Definisi tersebut dirumuskan dalam ”The Statement of Mexico:” dan masih banyak lagi definisi yang disampaikan oleh para ahli, yang pada dasarnya mencakup unsur-unsur antara lain : Hasbulloh (2006: 124)
a.        Suatu proses yang mencakup hubungan timbal balik antara organisasi dan publiknya,
b.       Analisis dan evaluasi melalui penelitian lapangan terhadap sikap, opini dan kecenderungan sosial, serta mengkomunikasikannya kepada pihak manajemen/pimpinan,
c.       Konseling manajemen agar dapat dipastikan bahwa kebijaksanaan,tatacarakegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dalam konteks demi kepentingan bersama bagi kedua belah pihak
d.       Pelaksanaan atau menindaklanjuti program aktivitas yang terencana, mengkomunikasikan dan mengevaluasi,
e.        Perencanaan dengan itikad yang baik, saling pengertian, dan    penerimaan dari pihak publiknya sebagai hasil akhir dari aktivitas public relation. Marno (2007 : 150)
Sulistyorini (2009:144), mengungkapkan dalam pengertian Humas bahwa :
1)      Hubungan masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good will, kepercayaan, saling pengertian, dan citra yang baik dari public.
2)      Sasaran hubungan masyarakat adalah menciptakan opini public yang favourable, menguntungkan semua pihak (lembaga pendidikan islam dan masyarakat).
3)      Hubungan masyarakat merupakan unsur sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi lembaga pendidikan islam.
4)      Hubungan masyarakat adalah usaha untuk mencapai hubungan yang harmonis anatara satu sekolah dengan denagn masyarakat melalui sautu proses komunikasi timbal balik atau dua arah. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adanya mutual understanding, mutuel confidence dan imaje yang baik. Ini semua merupakan langkah-langkah yang ditempuh oleh Hubungan masyarakat untuk mencapai hubungan yang harmonis.
Menurut E. Mulyasa (2009 : 164) manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan  seluruh proses kegiatan sekolah yang di rencanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh, serta pembinaan secara continyu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat panya umumnya, khususnya masyarakat yang berkepentingan langsung dengan sekolah. Denagn demikian, kegiatan operasional pendidikan, kinerja, dan produktivitas sekolah diharapkan semakin efektif, dan efesien. Pada hakikatnya, sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, seperti orang tua yang bergabung dalam Badan Pembantu Penyelengaraan Pendidikan (BP3), dan atasan langsung. Demikian pula hasil pendidikan yang berupa lulusan, akan menjadi harapan dan dambaan masyarakat.   
Jadi hubungan masyarakat pada prinsipnya merupakan kegiatan komunikasi antara organisasi dengan masyarakat dalam arti luas. Sekolah dan masyarakat merupakan partnership dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan aspek-aspek pendidikan, diantaranya :
a.       Sekolah dengan masyarakat merupakan satu keutuhan dalam menyelenggarakan pendidikan dan pembinaan pribadi peserta didik.
b.      Sekolah dengan tenaga kependidikan menyadari pentingnya kerjasama dengan masyarakat, bukan saja dalam melakukan pembaruan tetapi juga dalam menerima berbagai konsekuensi dan dampaknya,serta mencari alternatif pemecahannya.
c.        Sekolah dengan masyarakat sekitar memiliki andil dan mengambil bagian serta bantuan dalam pendidikan di sekolah, untuk mengembangkan berbagai potensi secara optimal sesuai dengan harapan peserta didik. E. Mulyasa (2009:172 )
C.    Tujuan dan fungsi Humas di sekolah
Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut :
a.     Mengembangkan pembinaan pengertian masyarakat tentang semua aspek/bidang pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Pemahaman program yang dilakukan di sekolah sangat penting diketahui orang tua dan masyarakat dengan tujuan agar mereka termotivasi untuk bisa  memberikan bantuan yang maksimal terhadap terlaksananya programprogram sekolah tersebut. Imron Siregar, dkk. (2005 : 64-65)
b.    Menampung harapan-harapan tentang tujuan pendidikan disekolah.Tujuan sekolah perlu diketahui dan disepakati bersama oleh pihak sekolah dan masyarakat melalui pertemuan rutin antara sekolah dengan masyarakat/orang tua murid.
c.     Memperoleh partisipasi, dukungan dan bantuan secara konkrit dari masyarakat baik berupa tenaga, sarana, maupun dana demi kelancaran dan tercapainya tujuan pendidikan.
d.    Mengikutsertakan masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sekolah. E. Mulyasa (2009:172)
Sutsina(1987 : 1450) mengemukakan maksud hubungan sekolah dengan masyarakat:
1)      Untuk mengembangkan pemahaman tentang maksud dan saran-saran dari sekolah.
2)      untuk menilai program sekolah.
3)      untuk mempersatukan orang tua murid dan guru dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak didik.
4)      untuk mengembangkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan sekolah dalam era pembangunan.
5)      Untuk membangun dan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
6)      untuk memberitahu masyarakat tentang pekerjaan sekolah.
7)      untuk mengerahkan dukungan dan bantuan bagi pemeliharaan dan peningkatan program sekolah E. Mulyasa (2009:164.).
Dengan memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah diharapkan tercapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu meningkatnya kinerja sekolah dan terlaksananya proses pendidikan disekolah secara produktif, efektif dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang produktif dan berkualitas. Lulusan yang berkualitas ini tampak dari penguasaan peserta didik terhadap berbagai kompetensi dasar yang dapat dijadikan bekal untuk bekerja di dunia usaha, melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, hidup di masyarakat secara layak, dan belajar untuk terus meningkatkan diri sesuai dengan asas belajar sepanjang hayat (life long learning). E. Mulyasa (2009: 166-167).
D.    Bentuk-bentuk hubungan masyarakat
Salah satu tujuan keluar Hubungan Masyarakat adalah mempererat hubungan dengan orang-orang atau instansi diluar organisasi atau sekolah, demi menciptanya opini publik yang menguntungkan organisasi atau sekolah itu. Tugasnya adalah mengadakan komunikasi dua arah yang sifatnya informatif dan persuasif kepada publik luar. Informasi harus diberikan dengan jujur, berdasarkan fakta, dan harus diteliti, karena publik mempunyai hak untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang sesuatu yang menyangkut tentang kepentingannya.
Adapun bentuk-bentuk dari kerjasama Humas dengan publik luar yaitu :
a.       Hubungan melalui kontak pribadi
Salah satu pekerjaan hubungan masyarakat adalah memikirkan dan memperhatikan kepentingan publik. Wawasan seorang petugas publik relations biasanya dibentuk oleh pengalaman mereka. Yang perlu diperhatikan adalah perlakuan terhadap perorangan yang mempunyai hubungan dengan lembaga atau organisasi itu. Berhasilnya seorang petugas publik relations dalam melakukan hubungan atau interaksi dengan orang lain ditentukan oleh sikap yang ramah, sopan, hormat, menaruh perhatian kepada orang lain. Manusia bersikap manusiawi bukanlah sesuatu yang istimewa karena itu merupakan sifat dasar dan kodratnya.
b.      Hubungan dengan media massa
Kegiatan publik relations yang paling penting adalah menyelenggarakan hubungan dengan media massa, karena media massa mempunyai perenan yang penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat juga pemerintah dan bentuk pendapat umum.
Hubungan publik relations dengan media mempunyai sasaran yaitu :
1)      Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah lembaga/organisasi yang dianggap baik untuk diketahui oleh publik
2)      Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan pers (liputan, laporan, ulasan, tajuk) yang objektif, wajar dan seimbang mengenai hal-hal yang menguntungkan organisasi /lembaga tersebut.
3)      Untuk memperoleh umpan balik mengenai upaya dan kegiatan lembaga/organisasi tersebut.
4)      Melengkapi data bagi pemimpin lembaga/organisasi untuk keperluan pembuatan penilaian secara tepat mengenai situasi atau permasalahan yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan lembaga/  sekolah.
5)      Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling menghormati.
c.       Kerja sama Humas dengan masyarakat
Untuk mengupayakan keberhasilan suatu lembaga/organisasi, maka hubungan dengan masyarakat perlu dibina terutama bila organisasi akan memulai suatu usaha atau kegiatan yang diharapkan dapat mempengaruhi kehidupan lingkungan dimana kegiatan dilakukan. Untuk memperlancar hubungan ini harus diupayakan adanya alat bantu yang memungkinkan lancarnya hubungan tersebut.
Program komunikasi tatap muka dapat diadakan dengan menggunakan alat bantu, seperti :
1)      Penyelenggaran pameran yang bersifat umum dan tematik.
2)      Pemberian ceramah atas inisiatif sendiri atau atas permintaan masyarakat.
3)      Pemutaran/pertunjukan film yang temanya ada hubungan dengan organisasi/sekolah yang bersangkutan.
4)      Pengaturan dan penawaran open house yang merupakan undangan kepada masyarakat lingkungan untuk mengunjuni lembaga.
5)      Penyelengaraan acara-acara pertunjukan/kesenian rakyat tradisional yang bersifat hiburan untuk masyarakat sekelilingnya.
Adapun kelompok-kelompok masyarakat yang dapat dilibatkan untuk melaksanakannya kegiatan-kegiatan sekolah meliputi :
a.       Kelompok masyarakat dalam sekolah
b.      Badan pembantu penyelenggara pendidikan (BP3)
c.       Komite sekolah
d.      OSIS
e.       Perkumpulan alumni sekolah
f.       Organisasi profesi
g.      Kelompok masyarakat luar
h.      Penduduk atau kelompok masyarakat disekitar sekolah
i.        Instansi yang berkantor dekat sekitar gedung sekolah
j.        Lembaga-lembaga masyarakat pada umumnya
k.      Dewan pendidik.
E.     Praktek dan Etika dalam kegiatan humas
Bentuk-bentuk hubungan masyarakat dalam prakteknya, banyak sekali tergantung dari metode yang di paling efektif dalam rangka untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan lembaga atau organisasi yang dikelola tersebut. Adapun bentuk-bentuk hubungan masyarakat dalam prakteknya bisa berupa :
a.       Menertibtkan majalah organisasi, majalah organisasi merupakan sarana yang penting dalam kegiatan hubungan masyarakat dalam rangka memelihara dan membina hubungan yang harmonis antara pimpinan organisasi dengan publik interen maupun ekstern.
b.      Membuat film dokumenter, yang titik beratnya pada fakta atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
c.       Menyelenggarakan pameran, untuk memperkenalkan lembaga/organisasi yang dikelola bisa juga dengan mengadakan pameran untuk memperkenalkan sebuah sekolah mengenai produksi yang dihasilkan.
d.      Menggunakan media masa, media masa digunakan untuk mempublikasikan dan mempromosikan lembaga/organisasi atau sekolah yang baru atau memperkenalkan produk baru yang merupakan produk unggulan. Sulistyorini (2009:154-155).
Sehubungan dengan kegiatan ini tampak pentingnya faktor etika yang terdapat pada diri komunikator yang akan dilaksanakan hubungan masyarakat itu.
Pentingnya kode etik Public Relation (PUREL) ini dikarenakan semakin berkembangnya masyarakat dan majunya teknologi, yang sebagai akibatnya berpengaruh kepada hubungan antara manusia, hubungan antar manusia dengan publik, dan antara organisasi dengan organisasi sehingga perlukan suatu pedoman yang  disepakati bersama.
Kode etik tersebut ternyata tidak cukup dengan diadakan dalam lingkup nasional, melainkan lebih luas lingkup internasional, karena ternyata berkembangnya masyarakat dan  majunya teknologi itu, menyangkut kegiatan antar bangsa dan antar budaya. Akan tetapi dalam hal ini ada paradoks baru dari fragmantasi dan globalisasi sebagai akses semakin meluas dan kompleknya Purel. Akan di sebutkan pardoknya yaitu :
1)      Kesetaraan informasi secara serentak dari negara-negara yang sudah mengglobal seperti sekarang ditunjang dengan kebutuhan akan lebih banyaknya kontak secara tatap muka, teteapi pada saat yang sama, pasar-pasar lebih terfragmentasikan.
2)      Hubungan masyarakat yang berkaitan dengan human relations, mencakup keterkaitan denagn komunikasi manusia. Para  pakar Purel hendaknya sadar akan fakta bahwa melipatgandakan teknik dan media komunikasi tidak dengan sendirinya berarti melipatgandakan komunikasi sebagai aspek fundamental dari eksistensi manusia dalam arti pengertian dan ikut sertaan.
3)      Dengan pendidikan yang meningkat dan mobilitas yang cepat kecuali bagi penduduk miskin, harapan, menjadi tinggi, sebaliknya sikap tidak demikian. Jika organisasi mempunyai fleksibilitas dalam komunikasi pesan-pesan, ternyata terdapat lebih banyak khalayak yang membutuhkan lebih banyak dialog dan sedikit propaganda.
Di Indonesia masalah kode etik hubungan masyarakat belum mendapat perhatian yang seksama dari pakar, mungkin karena di Indonesia Purel baru berkembang di instansi-instansi pemerintah, yang sebagai pejabat pemerintah otomatis menjadi anggota Koprs Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), mempunyai kode etik sendiri.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar